
Dalam kehidupan sehari-hari, Kita sering menjumpai bahkan mengalami sendiri masalah hutang piutang. Apapun posisinya, Kita pasti pernah menjadi pihak yang meminjam, atau bisa juga menjadi pihak yang memberikan pinjaman. Kalau untuk urusan hutang pribadi, perseorangan, biasanya dilakukan oleh Orang yang dikenal. Entah itu teman, tetangga, kerabat, bahkan keluarga. Bahkan ada juga, pasangan kekasih yang sudah bisa dikatakan serius tapi tetap terlibat hutang piutang.
Pada janjinya, biasanya hutang jangka pendek yang diharapkan. Menentukan waktu sesingkat mungkin, atau sesuai kemampuan. Sayangnya hutang jangka pendek yang diharapkan, biasanya justru menjadi hutang jangka panjang. Yang lebih lagi menjadi hutang yang terlupakan. Perasaan tidak enak dari pihak yang memberikan pinjaman, menjadi alasan hutang tersebut harus direlakan. Karena jika terus ditagih, kemungkinan besar justru menjadikan tidak baiknya hubungan yang sudah dijalani.
Tapi jika direlakan begitu saja, kadang pihak yang memberi pinjaman juga sedang membutuhkan uang yang setara dengan yang di hutang oleh Orang terdekatnya. Maka hasil akhirnya, tercipta keadaan yang sangat tidak nyaman, penyakit, bahkan masalah. Jadi sebelum hal itu terjadi, lebih baik ketahui dulu ciri-ciri Orang yang kemungkinan tidak tertib dalam membayar hutang sangat besar. Jadi bisa memberikan bahan baru untuk pertimbangan.
CIRI-CIRI ORANG YANG TIDAK TERTIB DALAM MEMBAYAR HUTANG
Ada banyak Orang yang lebih dekat
Jika ada Orang yang berusaha meminjam uang dari Kamu, sebaiknya lihat dulu ada berapa banyak Orang yang sewajarnya bisa meminjami uang padanya. Jika kelihatannya sangat banyak akan tetapi Dia justru meminjam uang pada Kamu, artinya Dia punya riwayat yang buruk terhadap orang yang lebih dekat dengan Dia, tentunya Orang yang memiliki kemungkinan besar bisa memberikan pinjaman terhadapnya. Kalaupun karena alasan malu, itu sangat kecil kemungkinannya. Karena pada dasarnya Orang lebih bisa menjadi apa adanya dan terbuka pada Orang-orang terdekatnya. Dan kalaupun dengan orang yang hubungannya lebih jauh, biasanya justru berusaha memberi kesan yang lebih baik.
Jumlah yang akan dihutang tidak sesuai
Jumlah yang Dia
hutang tidak sesuai dengan kondisi keuangan Dia sendiri. Misalnya saja jika dilihat dari pemasukan, kebutuhannya, atau pekerjaannya, kemungkinan Dia bisa membayar sangat kecil. Bisa dikatakan kemampuan Dia dalam membayar sangat pantas diragukan. Apalagi, Dia tidak memiliki pemasukan tapi berani berhutang untuk sesuatu yang tidak begitu penting.
Janjinya tidak masuk akal
Jika Kamu tahu kondisi Dia, dan secara logika Dia tidak akan bisa membayar hutang dalam waktu yang dijanjikan, ada kemungkinan Dia aslinya tidak beres jika membayar hutang. Biasanya orang seperti ini menggunakan kata sejenis "Besok pasti Aku bayar, kalau jadi soalnya motor Aku laku", "Ini pasti sukses, Aku bisa untung banyak jika Kamu memberi pinjaman untuk membeli barang itu", "Besok pasti Aku bayar, soalnya Aku sudah mau dipinjami teman. Nanti buat bayar Kamu".
Punya hutang yang sudah terlalu banyak
Jika Orang sudah punya daftar hutang terlalu banyak, tentunya untuk menutup harus dengan cara gali lubang tutup lubang. Dan kalau keadaannya begitu tentu saja Dia akan sulit jika harus melunasi semuanya. Mau tidak mau Dia harus mengorbankan beberapa diantaranya agar tetap bisa berjalan, atau minimal bertahan hidup. Karena dengan cara gali lubang tutup lubang kemungkinan lancar sangat kecil. Karena Orang seperti ini pada beberapa keadaan pasti alami kesulitan saat gali lubang.
Sebagai bahan pertimbangan, jika Kamu memang berniat membantu sebaiknya pastikan Dia benar-benar butuh untuk sesuatu yang penting. Jika untuk sesuatu yang sifatnya kesenangan sebaiknya cari alasan yang tepat untuk menolak. Dan jika Dia benar-benar butuh tapi Kamu ragu untuk masalah kemampuan Dia dalam membayar hutang, relakan saja dalam hati. Syukur-syukur bisa langsung rela lahir batin.
Baca juga:
12 Cara Menagih Hutang Pada Teman
10 Kenyataan Saat Teman Tidak Tahu Diri Pinjam Duit.