
Dalam sebuah hubungan cinta, terjadinya kesalahan baik sengaja atau tidak merupakan hal yang wajar dan pasti terjadi. Dari kesalahan itu, pelaku biasanya menyatakan minta maaf atas kesalahan yang dibuat. Entah Kamu atau Dia, jika meminta maaf atas kesalahan yang sudah terjadi tentunya berharap agar diberi maaf. Sehingga dengan begitu hubungan bisa menjadi baik kembali. Dan perasaan yang tadinya buruk, bisa menjadi hangat lagi.
Tapi tahukah Kamu, jika “minta maaf ” sebenarnya memiliki arti lain dan itu lebih dari satu. Untuk itu, Kamu harus tahu arti dari kata “minta maaf” yang sebenarnya agar bisa mengambil sikap atau keputusan yang tepat pada akhirnya. Tentunya agar kebaikan jangka panjang benar-benar tercipta.
Arti
minta maaf yang pertama, adalah penenang perasaan. Jadi pihak yang meminta maaf, melakukan itu sebagai penenang pasangannya saja. Meskipun kadang tidak disadari, hal itu akan tetap terjadi. Ini berlaku jika pelaku minta maaf hanya mengatakan kata “minta maaf” saja dan setelah mendapatkan maaf, lupa bahkan tidak terpikirkan apa yang seharusnya dilakukan. Setelah pasangan merasa tenang, tidak menunjukkan perubahan apapun bahkan tetap melakukan kesalahan yang mengharuskan Dia untuk meminta maaf lagi jika masih ingin menjaga hubungan yang dijalani.
Sebagai contoh, pasangan Kamu memiliki kebiasaan mudah menjalin kedekatan dengan Orang lain dan berpotensi terjadi hubungan seperti yang Kamu jalani saat ini dengan Dia. Itu membuat Kamu sakit dan tentu sudah jelas itu adalah kesalahan, karena bisa merusak hubungan kalian. Kamu marah dan memberikan hukuman dengan mengabaikan Dia hingga berniat meninggalkannya. Dia minta maaf dan berusaha meyakinkan Kamu tidak akan mengulangi. Tapi setelah Kamu memberinya maaf, Dia kembali bersikap biasa dan mulai menjalin kedekatan dengan Orang lagi.
Atau contoh lain, Dia tidak pernah mau mendengarkan nasihat Kamu. Setelah Kamu marah Dia minta maaf. Dia minta maaf dan menyatakan berusaha untuk mulai mendengarkan Kamu. Setelah diberi maaf, Dia bersikap seperti biasa dan ketika Kamu memberikan nasihat, Dia hanya bilang “iya” tapi sikapnya tidak menunjukkan perubahan sama sekali, Dia tetap seperti biasanya. Jika contoh ini yang terjadi, saat Kamu melakukan pembiaran, Dia akan seperti itu lagi. Saat Kamu marah, Dia akan meminta maaf lagi dan setelahnya akan kembali seperti dulu lagi.
Arti yang kedua, adalah arti minta maaf yang sesungguhnya. Bisa diartikan benar-benar minta maaf. Ini berlaku jika menyatakan minta maaf dan benar-benar tidak mengulangi atau bersikap seperti sebelumnya lagi. Ini bisa ditunjukkan dengan perubahan yang memang dilakukan. Bahkan bukan hanya itu, pelaku kesalahan juga menunjukkan kebaikan tambahan sebagai ganti atas kesalahan yang Dia lakukan sebelumnya.
Contoh saja, Dia ketahuan selingkuh dan tentu pada akhirnya meminta maaf pada Kamu. Berusaha meyakinkan Kamu bahwa Dia tidak akan mengulangi lagi. Setelah Kamu memberikan maaf, Dia menunjukkan sikap yang lebih baik sebagai penebusan dosa. Misalnya saja dengan lebih memperhatikan Kamu, lebih mendengarkan apa yang Kamu sarankan, memberikan sesuatu yang bisa membuat Kamu senang, dan tindakan positif lain yang bisa membuat Kamu merasa senang atau setidaknya merasa tenang. Setelahnya, Dia tidak mengulangi perbuatannya untuk selingkuh dengan siapapun. Jadi untuk arti yang satu ini, baru bisa dinamakan minta maaf yang sebenarnya. Bukan hanya dengan kata, tapi juga tindakan nyata dan perubahan yang lebih baik.